Browse » Home » All posts
Jumat, 17 Februari 2017
Sabtu, 11 Februari 2017
Mengenal Jenis Processor AMD dan Tingkatanya
Mengenal Jenis Processor AMD dan Tingkatanya
Hingga tahun ini dalam dunia internasional memang di dominasi oleh 2 perusahaan multi nasioal yaitu (processor amd vs intel) AMD (advance micro device) seperti yang saya katakan di atas dan satunya adalah Intel. tentunya anda tak asing lagi dengan biangnya sekaligus pelopor perusahaan kelas dunia tersebut.
~~ Jenis Processor AMD dan Tingkatanya ~~
1.AMD K5
AMD K5 adalah prosesor amd yang pertama, saat mulai produksi memang amd sengaja menjiplak dari pihak intel, jadi apapun prosesor yang di buat oleh amd akan support dengan hardware maupun aplikasi yang buat oleh intel. amdk5 awalnya dibuat supaya dapat bekerja pada semua motherboard yg mendukung Intel. namun ada beberapa kendala pada waktu itu, amdk5 tidak berjalan mulus, amdk5 tidak dapat langsung mengenali motherboard dan harus dilakukan Upgrade BIOS untuk bisa mengenali AMD.
2.AMD K6
Prosesor AMD K6 merupakan prosesor generasi ke-6 dengan peforma yang tinggi dan dapat diinstalasi pada motherboard yg mendukung Intel Pentium. AMD K6 sendiri masih dibagi lagi modelnya nya yaitu : AMD K6, AMD K6-2, AMD K6-III dan dari seluruh modelnya yang membedakan hanya kecepatan CPU Clock dan Micron Processnya.
3.AMD Duron
AMD Duron merupakan generasi ketiga dari perkembangan processor AMD. Dan juga merupakan jenis prosesor yang murah dan terjangkau dan dikenal pada tahun 2000. AMD Duron juga tidak kalah hebat dengan AMD Athlon yang memliki kinerja processor hampir sama hanya beda 7%-10% lebih tinggi AMD Athlon sedikit.
4.AMD Athlon
AMD Athlon merupakan pengganti dari mikroprosesor seri AMD K6. Dan sedikit demi sedikit ingin menggeser Intel sebagai pemimpin pasar industri mikroprosesor. Prosesor jenis ini juga dapat dijadikan sebagai prosesor untuk system multiprosesor seperti halnya prosesor generasi keenam intel (P6). Dengan menggunakan chipset AMD 750 MP (Iron Gate) dan AMD 760 MPX, prosesor AMD dapat mewujudkan komputer yg memiliki dua prosesor AMD Athlon.
Model-Model dan Spesifikasi AMD Athlon :
• Athlon Classic :
Kecepatan proses 100 MHz double-pumped
Vcore: 1.6 V (K7), 1.6 – 1.8 V (K75)
Keluar pertama 23 Juni 1999 ( K7 ), 29 Nopember 1999 ( K75 )
Clock-rate 500-700 MHz ( K7 ), 550-1000 MHz (K75)
• Athlon Thunderbird (180nm)
Keluar pertama 5 juni 2000
Berhasil menyaingi Intel Pentium III
MMX 3DNOW!
Boros Daya dan Suhu Tinggi
Kecepatan 700-1400 MHz
• Athlon XP ( eXtrime Power ) ( 130 nm)
Banyak orang mempersepsikan setara dengan Intel Pentium 4
Kompatibel RAM : DDR/SDRAM 100, 133, 166, 200 Mhz
Instruksi Prosesor : 3D NOW! – Intel x86 Compatibility Intel MMX – SSE dan SSE2
Rating/clock speed yang tersedia : 1500+ s/d 200+ ; 2200+ s/d 3000+ ; 3200+
• Palomino ( 180nm )
Keluar pertama 9 Oktober 2001
MMX, 3DNOW! , Streaming SMID Extension / SSE
Clockrate: 133 – 1733 MHz ( 1500+ s/d 2100+ )
• Thoroughbred A/B ( 130 nm )
Keluar pertama 10 Juni 2002 ( A ), 21 Agustus 2002 ( B)
MMX, 3DNOW!, Streaming SMID Extension / SSE
Soket A
Clock Rate : T-Bred “A” : 1400-1800 ( 1600+ s/d 2200+ )
T-Bred “B” : 1400-2250 ( 1600+ s/d 2800+ )
266 MT/s FSB:1400-2133 MHz ( 1600+ s/d 2600+ )
333 MT/s FSB: 2083 – 2250 MHz ( 2600+ s/d 2800+ )
• Thorton (130nm)
Keluar pertama September 2003
MMX, 3DNow, Streaming SMID Extension / SSE
Clockrate: 166-2200 MHz ( 2000+ s/d 3100+)
5. AMD Athlon 64
Prosesor ini memiliki 3 variant socket bentuk yg berbeda yaitu socket 754, 939, dan 940. Socket 754 memiliki kontroler memori yg mendukung penggunaan memori DDR kanal tunggal. Socket 939 memiliki kontroler memori yg mendukung memori kanal ganda. AMD Athlon 64 merupakan Prosesor pertama yg kompatibel terhadap komputasi 64bit.
6. AMD Athlon 64 FX
Prosesor ini memiliki 3 karakter penting :
1. Dapat bekerja pada system operasi dan aplikasi 32 bit maupun 64 bit dengan kecepatan penuh
2. Menawarkan perlindungan virus yg disebut Ehanced Virus Protection ketika dijalankan diatas platform Windows XP Service Pack 2 (SP2) maupun Windows XP 64 Bit edition.
3. System PC yg berbasis AMD Athlon 64 FX sangat cocok bagi para pengguna PC yg antusias, penggemar olah Video-Audio (multimedia) dan para pemain Game.
Fitur-fitur lain :
1. 3DNow! Professional+SSE 2 Instruction
2. HyperTransport Technology
3. On-Die cache memory sebesar 1152KB (dengan rincian 128KB untuk L1 dan 1024 KB untuk L
4. Jenis-jenis AMD Athlon 64 FX
5. AMD Athlon FX 51, AMD Athlon FX 53, AMD Athlon FX 57
7. AMD Sempron
AMD Sempron, sebuah jajaran prosesor yg diperkenalkan oleh AMD pada tahun 2004 sebagai pengganti prosesor AMD Duron dipasar komputer murah, untuk bersaing dengan prosesor Intel Celeron D. AMD Sempron terbagi menjadi 2 jenis yaitu :
1. AMD Sempron soket A
2. AMD Sempron Soket 754
Versi soket A dari AMD Sempron adalah varian dari Sempron yg dibuat berdasarkan prosesor AMD Athlon XP Thoroughbred, karena pada saat itu AMD memang telah meluncurkan prosesor untuk pasar High-End AMD Athlon 64.
AMD Sempron soket 754 adalah prosesor Sempron yg dibangun diatas arsitektur AMD64 demi meningkatkan kinerja yg dimilikinya.
AMD Sempron memiliki kode nama Palermo yg sama seperti AMD Sempron soket A. Tetapi beberapa seri AMD Sempron fitur 64bit tidak diaktifkan sehingga hanya dapat mengeksekusi instruksi 32bit saja. AMD Athlon 64 dilengkapi dengan satu buah link HyperTransport yg dapat dikoneksikan ke chipset motherboard.
8. AMD 64 X2 Dual Core
Prosesor ini dapat menyaingi akan yang dikembangkan Intel dengan prosesor Core Duo nya. Tetap berbasis teknologi 64 bit, amd 64 x2 dual core ditujukan bagi kalangan pengguna media digital yg intensif. Pendekatan yg digunakan disini adalah kontroler memori DDR yang sepenuhnya terintegrasi sehingga membantu mempercepat akses ke memori, dengan menyediakan jalur dai prosesor amd 64 x2 dual core langsung ke memori utama. Hasilnya, bisa menikmati loading aplikasi yg lebih cepat dari performa aplikasi yg lebih meningkat.
9. AMD Opteron
Prosesor ini 64 Bit yg dirilis untuk pasar workstation dan server pada tahun 2003.
Fitur-fitur yang dimiliki :
1. Cahche level-1 sebesar 128 KB yg terbagi ke dalam data chache 64 KB dan instruction cache 64 KB.
2. Chache level-2 sebesar 1024 KB
3. Kecepatan dari 1400 MHz – 3000MHz
4. Memiliki 3 buah link Hyper Transport dengan kecepatan 3200 Mbit/s
5. Mampu mengakses memori fisik hingga 1 terabyte
6. Tersedia dalam single-core, dual-core, quad-core
10. AMD Cadiz
AMD Cadiz diperkenalkan sekitar tahun 2008. Deskripsi dari AMD Cadiz ini adalah 4-core, shared L2 cache, DDR2/3, HyperTransport3.
11. AMD Turion
AMD Turion memiliki 64 bit dengan daya konsumsi rendah. AMD jenis ini mendapatkan nama sandi K8L. AMD Turion 64 dan AMD Turion 64 X2 Ultra bersaing keras dengan prosesor Intel.
Jenis lainnya yaitu :
- Turion Ultra II dan Turion II.
- prosesor AMD Zamora,
- AMD Greyhound
- AMD dengan seri Quad Core
PROSESSOR AMD UNTUK SERVER
The data center is evolving
The need to pack more compute capability into a smaller package drives the evolution of server technology. And this innovation is driven by new and emerging workloads with new requirements around compute, I/O, and power.Recognizing these new dynamics, we continue to innovate in processor technology. AMD is the only company to offer an ambidextrous portfolio, and our x86, APU, and ARM technologies are targeted to meet the diverse needs of the modern enterprise – today and tomorrow.
x86 processors
x86-based
AMD Opteron™ series processors are ideal for traditional IT, hosting,
and cloud infrastructure, delivering outstanding price for performance.
Servers based on AMD Opteron series processors can empower IT
organizations of all sizes by providing platforms that support their
workloads while helping lower their total cost of ownership (TCO).
AMD Opteron series platform
AMD Opteron series platform
APUs
Combining
the power of best-in-class graphics with x86 CPU cores, AMD
Opteron™ X-series APUs can provide the graphics horsepower to support
the needs of the remote business user, plus the security and
manageability to simplify the life of IT.
AMD Opteron X-series platform
AMD Opteron X-series platform
ARM-based servers
ARM-based
AMD Opteron™ A-series processors are tailor-designed SoCs for workloads
such as storage and scale-out cloud environments. They provide
integrated networking and support for I/O with combined flexibility with
efficiency.
AMD Opteron A-series platform
AMD Opteron A-series platform
MENGENAL PROSESSOR INTEL
Apa Itu Intel Celeron? Kelebihan dan Kekurangannya
CRONOSAL-Agan pernah melihat Intel Celeron? Atau bahkan agan adalah pengguna PC ber-processor Intel Celeron?
Ada banyak anggapan Intel Celeron itu adalah processor gagal dari Intel, namun faktanya Celeron bukanlah produk gagal. Berikut penjelasan yang berhasil ane dapatkan:
Apa Itu Intel Celeron?
Jawaban dari Yahoo
Celeron adalah versi terjangaku dari seri Pentium dan Core Series. Sejak era Pentium 1 (P1), Celeron sudah keluar demi "melawan" AMD yg mengeluarkan kloningan dr P1 dgn harga lebih terjangkau
Jawaban dari Wikipedia
Celeron adalah keluarga mikroprosesor buatan Intel Corporation dengan arsitektur Pentium II, tetapi dengan sedikit pengurangan memori cache demi mempertahankan faktor ekonomis
Sejarah
Prosesor ini resmi dirilis ke pasar pada bulan April 1998 untuk komputer pentium 2. Lalu pada Januari 2008 Intel Celeron diperbaharui dengan teknologi Dual Core yang lebih cepat.
Kelebihan Celeron
- Lebih dingin sehingga tidak cepat rusak
- Hemat listrik karena beban pekerjaannya ringan
- Harga lebih murah
Kekurangan Celeron
- Lebih lambat dibanding Dual Core series
- Fitur yang lebih sedikit
- Tidak cocok memainkan game berat meskipun processor 3.0 Ghz
Intel Atom vs Intel Celeron vs Intel Pentium 4 vs Intel Dual Core
*Why Not Both?
Soal kehebatan semuanya sama-sama hebat, namun semuanya memiliki fungsi yang khusus dan berbeda:
- Intel Atom adalah processor khusus untuk Netbook dimana hanya bisa untuk membuka aplikasi atau game ringan saja.
- Intel Celeron diperuntukan faktor harga yang ekonomis, Celeron adalah saingan terdekat Pentium 4 namun bisa dikatakan tak sebaik Pentium 4 karena Celeron memiliki processor dengan tingkatan lebih rendah walaupun Celeron lebih baru ketimbang Pentium 4.
- Pentium 4 sangat cocok untuk memainkan game-game berat karena spesifikasi yang lebih tinggi, bisa dibilang pesaing terdekat Dual Core.
- Intel Dual Core lebih canggih dan bisa memainkan game berat, namun kelemahannya Dual Core lebih cepat panas dan tidak cocok untuk dipakai berlama-lama.
Yap intinya semua processor memiliki kelebihan dan kekurangan
masing-masing. Semuanya juga dibuat untuk tujuan tertentu, Intel Atom
tidak mungkin bisa memainkan game berat karena memang didesain untuk
menjalankan aplikasi ringan.
Sumber: pengalaman pribadi
BONUS
TAMBAHAN
Mikroprosesor Intel Pentium , Dual Core, Core Duo, Core i3, Core i5, dan Core i7
Pelajari tentang Mikroprosesor Intel Pentium, Dual Core, Core Duo,
Core i3, Core i5 dan Core i7. Buat ringkasan dengan memberikan
penjelasan tentang penerapan teknologi nano pada prosesor Intel
tersebut, dan perbedaan hubungan antar core dan cache pada masing masing
type prosesor tersebut.
PENTIUM (1995)
Pentium Diluncurkan sekitar awal tahun ’90-an, tahun 1993 tepatnya,
Pentium merupakan lompatan besar dalam sejarah prosesor X86 dimana
arsitektur prosesor 32-bit mengalami perubahan yang sangat besar. Hal
ini menyebabkan kecepatan Pentium ( 80586 atau singkatnya 586 ) secara
clock-for-clock dengan prosesor 486 ( generasi sebelumnya ) jauh lebih
cepat.
Dimulai dengan kecepatan 60 Mhz sampai 233 Mhz, prosesor ini telah membuat revolusi baru dalam dunia PC. Pada versi awalnya ( Pentium 60 Mhz ) prosesor ini pernah membuat heboh di kalangan dunia PC karena menurut seorang profesor, prosesor ini telah melakukan kesalahan perhitungan jika dilakukan kombinasi perhitungan perkalian dan pengakaran. Hal ini diakui oleh Intel yang lalu menarik kembali seluruh prosesor Pentium 60 Mhz sekaligus menghapus armada prosesor 60 dan 66 Mhz yang lalu diganti dengan Pentium 75 Mhz.
Di Indonesia, entah di negara lain, penulis mengamati kalau prosesor Pentium yang paling banyak dipakai adalah prosesor Pentium 133 Mhz,
Dimulai dengan kecepatan 60 Mhz sampai 233 Mhz, prosesor ini telah membuat revolusi baru dalam dunia PC. Pada versi awalnya ( Pentium 60 Mhz ) prosesor ini pernah membuat heboh di kalangan dunia PC karena menurut seorang profesor, prosesor ini telah melakukan kesalahan perhitungan jika dilakukan kombinasi perhitungan perkalian dan pengakaran. Hal ini diakui oleh Intel yang lalu menarik kembali seluruh prosesor Pentium 60 Mhz sekaligus menghapus armada prosesor 60 dan 66 Mhz yang lalu diganti dengan Pentium 75 Mhz.
Di Indonesia, entah di negara lain, penulis mengamati kalau prosesor Pentium yang paling banyak dipakai adalah prosesor Pentium 133 Mhz,
PENTIUM II (1997)
Dengan kode sandi pengembangan ‘Klamath’, Pentium II
merupakan peningkatan signifikan dari arsitektur lama Pentium.
Perubahan pada struktur dan besar cache, penempatan L2-cache, serta yang
mencolok cara pengepakan prosesor yang baru, PPGA ( Plastic Pin Grid
Array ) yang oleh Intel dulu dianggap dapat menekan biaya produksi
prosesornya. Perubahan bentuk pengepakan prosesor ini membuat para
pembuat motherboard terpaksa merubah rumah prosesor dari Socket ke slot,
bernama Slot-1. Dengan cara ini, prosesor ditancapkan ke slot yang
tersedia, mirip dengan menancap kartu ekspansi. Chipset awal Intel ( dan
masih merupakan chipset terbaik sejauh ini ) untuk Pentium II adalah
i440BX untuk PC standar, serta i440LX untuk budget PC.
Penempatan cache L2 didalam prosesor tetapi bukan diintinya juga
merupakan perbedaan utama PII dengan Pentium. Kalau dulu cache ditaruh
di motherboard, kali ini Intel menaruh cachenya di papan sirkuit
prosesornya. Hal ini dapat meningkatkan kinerja prosesor karena cachenya
bekerja pada ½ clock prosesor, jadi jika prosesornya bekerja pada 350
Mhz, cachenya berarti bekerja pada 175 Mhz. Ini merupakan peningkatan
berarti dari arsitektur lama yang cachenya bekerja pada clock tertentu
yang diatur motherboard.Pada Pentium II juga diperbaiki performa 16-bit
dari pendahulunya, Pentium Pro. Sehingga dalam menjalankan aplikasi
campuran 16 & 32-bit kecepatannya dapat terdongkrak.
Besar inti Pentium II juga lebih kecil, hal ini disebabkan prosesor ini dibuat pada pemrosesan 0.25-micron.
Tingkatan kecepatan Pentium II dimulai dari PII 233 Mhz sampai PII 450 Mhz. Dimana tingkat kecepatan yang paling sering ditemukan adalah antara 300-450 Mhz.
Besar inti Pentium II juga lebih kecil, hal ini disebabkan prosesor ini dibuat pada pemrosesan 0.25-micron.
Tingkatan kecepatan Pentium II dimulai dari PII 233 Mhz sampai PII 450 Mhz. Dimana tingkat kecepatan yang paling sering ditemukan adalah antara 300-450 Mhz.
PENTIUM III (1999)
Pentium III ( Merced )
Dengan kode sandi pengembangan Merced, Pentium III dibuat untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada di Pentium II dan menurut penulis pribadi juga merupakan jawaban Intel dari prosesor K6-2 AMD yang memiliki instruksi khusus 3Dnow!, semenjak PII tidak memiliki instruksi-instruksi khusus seperti itu, kecuali MMX milik Intel sendiri. Di prosesor PIII yang masih diproduksi pada 0.25-micron ini, telah dilakukan perubahan yang cukup mendasar. Hal yang berubah pada PIII adalah hadirnya instruksi-instruksi ISSE milik Intel yang merupakan pengembangan dari MMX itu sendiri.
Prosesor ini menggunakan L2 cache yang masih diluar inti prosesor, meski pada tahap ini Intel sudah mulai menyadari kalau arsitektur cache ini tidaklah membantu kinerja prosesor serta teknologinya sudah dapat menyatukan, demi menjaga kompabilitas pada slot, Intel terpaksa membuat prosesor ini masih dalam bentuk slot.
Pentium III ( Coppermine )
Diluncurkan pada awal tahun 2000, prosesor generasi ke-2 dari PIII ini memperbaiki hampir semua kekurangan PIII generasi awal, sekalian juga memperkenalkan untuk pertama kalinya teknologi FC-PGA terbaru Intel dalam pembuatan prosesornya dan tentu saja sudah diproses pada 0.18-micron. Juga diperkenalkan FSB 133 Mhz sehingga dapat mendongkrak kinerja prosesor. Pada Meski sebagian besar prosesornya berbentuk Socket lagi, tapi untuk beberapa speed grades masih mempertahankan bentuk Slot-1-nya untuk kompabilitas motherboard-motherboard lama.
Model Pentium III ini memiliki banyak model sampai mungkin dapat membingungkan. Terutama yang memiliki speed grades 600Mhz keatas, misalnya pada speed grade 600 Mhz ada yang 600, 600E, 600EB, ada juga yang 600B. Inisial E menunjukkan kalau FSB PIII 600Mhz itu sudah 133 Mhz, kalau inisial B-nya menunjukkan kalau bentuknya sudah FC-PGA ( PIII berbentuk Socket 370 ). Cukup memusingkan bukan untuk satu model prosesor saja ? Tetapi untuk yang diatas 800 Mhz, kebanyakan atau mungkin seluruh prosesornya pasti sudah memiliki bus FSB 133 Mhz dan sudah berbentuk Socket FC-PGA.
Pengembangan terbaru PIII generari kedua ini adalah dari sistem manajemen cachenya yang baru, disebut ATC atau Advanced Transfer Cache, yang memampukan cache yang terpasang pada PIII ini dapat mengawasi data apa yang paling sering dipakai pada aktifitas proses tertentu. Juga ditambahkan sekitar 20-30-an instruksi-instruksi multimedia baru yang oleh Intel disebut ISSE II.
PIII Coppemine berhasil menembus batas 1 Ghz dalam perlombaan Ghz yang telah ‘diadakan’ sekitar kuartal kedua tahun ini. Meski kalah dengan AMD yang telah mencapai 1 Ghz terlebih dahulu, Intel tampaknya telah banyak melakukan perubahan sana-sini agar prosesornya dapat ‘dipaksa’ untuk mencapai 1 Ghz. Prosesor PIII tertinggi saat penulisan artikel ini sudah mencapai 1.13 Ghz.
Pentium III ( Tualatin )
Pentium III generasi ke-3 ini dikabarkan tlah diluncurkan pada kuartal ke-1 atau 2 tahun 2001, selain akan memiliki clock yang lebih tinggi juga akan dibuat pada pemrosesan terbaru milik Intel, 0.13-micron. Satu hal yang menarik dari PIII Tualatin adalah prosesor ini mendukung penggunaan bus 200 Mhz, meski tetap mempertahankan bentuk Socket-370-nya. Tentunya ini membuat motherboard lama tidak akan dapat mendukung PIII Tualatin. Kabarnya Intel tidak akan langsung menggunakan kemampuan 200 Mhz PIII baru ini untuk menghindari persaingan langsung dengan saudaranya, Pentium 4. PIII baru ini juga akan mendukung baik SDRAM maupun DDR SDRAM. dan menurut konon critanya pentium !!! yang baru tidak dikluarkan lagi.
Dengan kode sandi pengembangan Merced, Pentium III dibuat untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada di Pentium II dan menurut penulis pribadi juga merupakan jawaban Intel dari prosesor K6-2 AMD yang memiliki instruksi khusus 3Dnow!, semenjak PII tidak memiliki instruksi-instruksi khusus seperti itu, kecuali MMX milik Intel sendiri. Di prosesor PIII yang masih diproduksi pada 0.25-micron ini, telah dilakukan perubahan yang cukup mendasar. Hal yang berubah pada PIII adalah hadirnya instruksi-instruksi ISSE milik Intel yang merupakan pengembangan dari MMX itu sendiri.
Prosesor ini menggunakan L2 cache yang masih diluar inti prosesor, meski pada tahap ini Intel sudah mulai menyadari kalau arsitektur cache ini tidaklah membantu kinerja prosesor serta teknologinya sudah dapat menyatukan, demi menjaga kompabilitas pada slot, Intel terpaksa membuat prosesor ini masih dalam bentuk slot.
Pentium III ( Coppermine )
Diluncurkan pada awal tahun 2000, prosesor generasi ke-2 dari PIII ini memperbaiki hampir semua kekurangan PIII generasi awal, sekalian juga memperkenalkan untuk pertama kalinya teknologi FC-PGA terbaru Intel dalam pembuatan prosesornya dan tentu saja sudah diproses pada 0.18-micron. Juga diperkenalkan FSB 133 Mhz sehingga dapat mendongkrak kinerja prosesor. Pada Meski sebagian besar prosesornya berbentuk Socket lagi, tapi untuk beberapa speed grades masih mempertahankan bentuk Slot-1-nya untuk kompabilitas motherboard-motherboard lama.
Model Pentium III ini memiliki banyak model sampai mungkin dapat membingungkan. Terutama yang memiliki speed grades 600Mhz keatas, misalnya pada speed grade 600 Mhz ada yang 600, 600E, 600EB, ada juga yang 600B. Inisial E menunjukkan kalau FSB PIII 600Mhz itu sudah 133 Mhz, kalau inisial B-nya menunjukkan kalau bentuknya sudah FC-PGA ( PIII berbentuk Socket 370 ). Cukup memusingkan bukan untuk satu model prosesor saja ? Tetapi untuk yang diatas 800 Mhz, kebanyakan atau mungkin seluruh prosesornya pasti sudah memiliki bus FSB 133 Mhz dan sudah berbentuk Socket FC-PGA.
Pengembangan terbaru PIII generari kedua ini adalah dari sistem manajemen cachenya yang baru, disebut ATC atau Advanced Transfer Cache, yang memampukan cache yang terpasang pada PIII ini dapat mengawasi data apa yang paling sering dipakai pada aktifitas proses tertentu. Juga ditambahkan sekitar 20-30-an instruksi-instruksi multimedia baru yang oleh Intel disebut ISSE II.
PIII Coppemine berhasil menembus batas 1 Ghz dalam perlombaan Ghz yang telah ‘diadakan’ sekitar kuartal kedua tahun ini. Meski kalah dengan AMD yang telah mencapai 1 Ghz terlebih dahulu, Intel tampaknya telah banyak melakukan perubahan sana-sini agar prosesornya dapat ‘dipaksa’ untuk mencapai 1 Ghz. Prosesor PIII tertinggi saat penulisan artikel ini sudah mencapai 1.13 Ghz.
Pentium III ( Tualatin )
Pentium III generasi ke-3 ini dikabarkan tlah diluncurkan pada kuartal ke-1 atau 2 tahun 2001, selain akan memiliki clock yang lebih tinggi juga akan dibuat pada pemrosesan terbaru milik Intel, 0.13-micron. Satu hal yang menarik dari PIII Tualatin adalah prosesor ini mendukung penggunaan bus 200 Mhz, meski tetap mempertahankan bentuk Socket-370-nya. Tentunya ini membuat motherboard lama tidak akan dapat mendukung PIII Tualatin. Kabarnya Intel tidak akan langsung menggunakan kemampuan 200 Mhz PIII baru ini untuk menghindari persaingan langsung dengan saudaranya, Pentium 4. PIII baru ini juga akan mendukung baik SDRAM maupun DDR SDRAM. dan menurut konon critanya pentium !!! yang baru tidak dikluarkan lagi.
PENTIUM 4 (2000)
Prosesor termutakhir dari keluarga Pentium adalah Pentium 4 (P4),
yang proyeknya telah dimulai Intel sejak 1-2 tahun lalu. Dengan 1.4 Ghz
sebagai speed grades terkecil untuk P4 ini membuat P4 menjadi prosesor
32-bit tercepat saat ini. Dibuat pada pemrosesan 0.18-micron untuk
versi-versi awalnya, P4 akan secara bertahap berpindah ke 0.13-micron
seiring dengan pertambahan clocknya. Diperkirakan P4 akan mampu dibuat
sampai kisaran 2 Ghz.
Dengan menggunakan chipset baru berkode ‘Tehama’, prosesor ini pada rencananya akam menggunakan Rambus sebagai interface memory-nya, hal ini dikarenakan arsitektur prosesor ini lebih dioptimisasikan pada arsitektur Rambus. Penggunaan Rambus sebagai memory membuat mahalnya sebuah system yang menggunakan P4 ini, sekeping RIMM yang besarnya 64MB, harganya bisa mencapai $400-an, coba dibandingkan dengan DIMM SDRAM biasa yang harganya cuma $70-an, beda sekali bukan ? Tetapi jika melihat perfoma yang didapat, tampaknya mungkin harga semahal itu masuk akal bukan ?
Perubahan arsitektur ini juga membuat ukuran inti P4 menjadi lebih besar, sekitar 200-an mm2 , bandingkan dengan inti PIII yang cuma 150-an mm2 . Hal ini membuat prosesor P4 membutuhkan heatsink yang lebih besar dan frame pendingin yang lebih kuat juga. Belum lagi karena bentuknya yang ‘baru’ ini membuat para desainer casing harus membuat casing model baru lagi yang dapat merumahkan P4, standard ini telah disiapkan Intel dengan nama ATX 2.0. Jadi yang harapan untuk dapat mengupgrade PIII-nya ke P4 dapat anda buang saja, cukup disayangkan sekali ! Tetapi itulah resiko dari perkembangan teknologi. Hal ini menunjukkan kalau P4 memang investasi yang cukup mahal, tidaklah heran jika P4 untuk sementara hanya ditujukan untuk kalangan server saja, belum untuk desktop, tetapi ada pula rencana kearah situ.
Mengenai detil P4 dapat anda baca pada berita-berita seiring dengan makin terbukanya informasi mengenai P4.
Dengan menggunakan chipset baru berkode ‘Tehama’, prosesor ini pada rencananya akam menggunakan Rambus sebagai interface memory-nya, hal ini dikarenakan arsitektur prosesor ini lebih dioptimisasikan pada arsitektur Rambus. Penggunaan Rambus sebagai memory membuat mahalnya sebuah system yang menggunakan P4 ini, sekeping RIMM yang besarnya 64MB, harganya bisa mencapai $400-an, coba dibandingkan dengan DIMM SDRAM biasa yang harganya cuma $70-an, beda sekali bukan ? Tetapi jika melihat perfoma yang didapat, tampaknya mungkin harga semahal itu masuk akal bukan ?
Perubahan arsitektur ini juga membuat ukuran inti P4 menjadi lebih besar, sekitar 200-an mm2 , bandingkan dengan inti PIII yang cuma 150-an mm2 . Hal ini membuat prosesor P4 membutuhkan heatsink yang lebih besar dan frame pendingin yang lebih kuat juga. Belum lagi karena bentuknya yang ‘baru’ ini membuat para desainer casing harus membuat casing model baru lagi yang dapat merumahkan P4, standard ini telah disiapkan Intel dengan nama ATX 2.0. Jadi yang harapan untuk dapat mengupgrade PIII-nya ke P4 dapat anda buang saja, cukup disayangkan sekali ! Tetapi itulah resiko dari perkembangan teknologi. Hal ini menunjukkan kalau P4 memang investasi yang cukup mahal, tidaklah heran jika P4 untuk sementara hanya ditujukan untuk kalangan server saja, belum untuk desktop, tetapi ada pula rencana kearah situ.
Mengenai detil P4 dapat anda baca pada berita-berita seiring dengan makin terbukanya informasi mengenai P4.
DUAL CORE (2005)
Dual Core adalah penggunaan dua buah inti (core) prosesor dalam sebuah kemasan prosesor konvensional. Dual core (inti prosesor) ditempatkan pada sebuah CPU untuk
meningkatkan kinerjanya. Setiap core ini tidak lebih cepat dibanding
CPU biasa dengan clockspeed yang sama, tetapi semua proses perhitungan
dibagi kepada 2 inti prosesor tersebut.
Logikanya, menggunakan prosesor multi-core akan mempercepat perhitungan algoritma yang dikerjakan sebuah sistem PC. Diibaratkan, berpikir sebuah pekerjaan dengan menggunakan dua otak , tentunya pekerjaan itu akan lebih cepat selesai. Produsen prosesor terkemuka di dunia (Intel dan AMD ), mengembangkan teknologi dual core ini karena tuntutan aplikasi -aplikasi yang semakin tinggi atas prosesor yang memiliki tingkat komputasi yang tinggi. Karena pengembangan prosesor dengan menggunakan satu inti sudah mulai stagnan , maka mulai dikembangkan prosesor yang memiliki inti prosesor lebih dari satu.
CORE 2 DUO
Intel Core 2 Duo merupakan bagian keluarga mikroprossesor dari Intel dan merupakan generasi kedua dari arsitektur Core . Prosessor ini dibuat dengan menggunakan teknologi 45 nanometer dari Intel dan sirkuit Hafnium yang ditanamkan didalamnya. Dengan 6 MB L2 cache dan 1333 MHz front side bus , kinerja prosesor meningkat hingga 40 persen dan efisiensi daya meningkat hingga 40 persen dibandingkan prosessor Intel generasi sebelumnya
Inovasi
Intel Core 2 duo memiliki beberapa inovasi, yaitu
- Dual core processing, yang mengkombinasikan dua prosessor Core dalam satu paket dan bekerja dalam frekuensi yang sama
- Intel Wide Dynamic Execution , mampu meningkatkan kinerja dan efisiensi. Masing-masing inti bisa menyelesaikan hingga empat instruksi penuh secara bersamaan,382ra.
- Intel Smart Memory Access , meningkatkan performa sistem dengan mengoptimalkan penggunaan bandwidth data komputer yang tersedia untuk menyediakan data ke prosesor ketika dibutuhkan
- Intel Advance Smart Cache , menyediakan performa gemilang, dengan subsistem cache yang lebih efisien
- Intel Intelligent Power Capability , desain yang lebih efisien dalam penggunaan energi dan baterai yang tahan lama
- Intel Advanced Digital Media Boost , secara efektif menggandakan kecepatan eksekusi untuk instruksi-instruksi yang banyak digunakan di aplikasi-aplikasi multimedia dan grafis
CORE 2 QUAD (2007)
Pada awal tahun 2007 Intel meluncurkan produk Intel Core 2 Quad.
Intel Core 2 Quad memiliki kecepatan 4 kali 3,0GHz (karena Core 2 Quad
memiliki 4 inti). Processor yang dirilis pada tahun 2007 ini menggunakan
arsitektur 45 nano meter yang merupakan ukuran transistor terkecil di
dunia untuk PC desktop untuk tahun 2008. Chip seukuran telunjuk orang
dewasa ini tersusun atas sekitar 1000 milyar transistor yang
masing-masing hanya selebar 45 nano meter.
INTEL CORE I3 (2010)
Intel Core i3 merupakan varian paling value dibandingkan dua
saudaranya yang lain. Processor ini akan mengintegrasikan GPU (Graphics
Processing Unit) alias Graphics On-board didalam processornya. Kemampuan
grafisnya diklaim sama dengan Intel GMA pada chipset G45. Selain itu
Core i3 nantinya menggunakan manufaktur hybrid, inti processor dengan
32nm, sedangkan memory controller/graphics menggunakan 45nm. Code produk
Core i3 adalah “Arrandale”.
KELEBIHAN : Core i3 memiliki 4 inti processor, yang artinya bisa
mengerjakan 4 kerja komputer sekaligus karena dengan menggunakan Core i3
sama dengan menggunakan 4 komputer dalam satu mesin… Selain itu ada
teknologi Turbo Boost, untuk meningkatkan kerja komputer tanpa perlu
menggunakan Over clock, dengan menggunakan Intel Core i3, penggunaan
listrik jadi lebih hemat, karena Processor ini secara otomatis
menggunakan watt yang lebih sedikit dibandingkan processor sebelumnya
dan mengatur penggunaan energi untuk komputer sehingga lebih hemat
listrik.
INTEL CORE I5 (2010)
Jika Bloomfield adalah codename untuk Core i7 maka Lynnfield adalah
codename untuk Core i5. Core i5 adalah seri value dari Core i7 yang akan
berjalan di socket baru Intel yaitu socket LGA-1156. Tertarik begitu
mendengar kata value ? Tepat ! Core i5 akan dipasarkan dengan harga
sekitar US$186.
Kelebihan Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge
pada inti processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka
motherboard Core i5 yang akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas
mainstream) ini akan terlihat lowong tanpa kehadiran chipset
northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di Core
i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga
diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic
Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache
tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache.
Intel juga meluncurkan Clarksfield, yaitu Core i5 versi mobile yang
ditujukan untuk notebook. Socket yang akan digunakan adalah mPGA-989 dan
membutuhkan daya yang terbilang cukup kecil yaitu sebesar 45-55 Watt.
KELEBIHAN : Intel Hyper Threading : Memberikan user 4-way dan 8-way
dalam pemrosesan multitask yang mengijinkan setiap core pada prosessor
untuk bekerja pada 2 pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. (
Pada Core i3, i5 dan i7 )
Intel Turbo Boost : Meningkatkan performa dengan meningkatkan
frekuensi core sesuai dengan permintaan pemakai secara otomatis. ( Core
i5 dan i7 )
Intel HD Graphics : Grafik yang sudah high definition. Dibandingkan
dengan Intel Graphics pada Core 2 Duo, Pada core-i grafiknya sudah jauh
lebih bagus karena sudah HD. ( Pada Core i3, i5 dan i7 )
INTEL CORE I7 (2010)
Core i7 sendiri merupakan processor pertama dengan teknologi
“Nehalem”. Nehalem menggunakan platform baru yang betul-betul berbeda
dengan generasi sebelumnya. Salah satunya adalah mengintegrasikan
chipset MCH langsung di processor, bukan motherboard. Nehalem juga
mengganti fungsi FSB menjadi QPI (Quick Path Interconnect) yang lebih
revolusioner.
KELEBIHAN : Intel Hyper Threading : Memberikan user 4-way dan 8-way
dalam pemrosesan multitask yang mengijinkan setiap core pada prosessor
untuk bekerja pada 2 pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. (
Pada Core i3, i5 dan i7 )
Intel Turbo Boost : Meningkatkan performa dengan meningkatkan
frekuensi core sesuai dengan permintaan pemakai secara otomatis. ( Core
i5 dan i7 )
Intel HD Graphics : Grafik yang sudah high definition. Dibandingkan
dengan Intel Graphics pada Core 2 Duo, Pada core-i grafiknya sudah jauh
lebih bagus karena sudah HD. ( Pada Core i3, i5 dan i7 )
PROSESSOR INTEL UNTUK SERVER
Satisfy Your Server Needs
Infrastructure built on Intel® processors delivers agility, reliability, and security for any application.
Intel® Xeon® Processor E7 Family
Get a competitive advantage with real-time analytics and in-memory computing.Intel® Xeon® Processor E5 Family
Face your most significant IT challenges with an agile, efficient data center that meets your diverse needs.Intel® Xeon® Processor E3 Family
A versatile platform for high-performance microservers and exceptional data graphics.Intel® Xeon® Processor D Family
A system-on-a-chip (SoC) bringing advanced intelligence and performance to the network edgeIntel® Xeon Phi™ Coprocessor
Highly parallel processing to push the boundaries of innovation and discovery.Intel® Itanium® Processors
Serve always-on, mission-critical functions with powerful processing and resiliency capabilities.Intel® Atom™ Processors
Extreme-density, energy-efficient microserver processors for lightweight, scale-out workloads.Jumat, 28 Agustus 2015
Cara 2 Memisahkan/memotong Background Gambar Di Corel Draw
Cara 2 Memisahkan/memotong Background Gambar Di Corel Draw
Lalu bagaimana dengan CorelDraw? Coreldraw mempunyai sub-program bernama CorelPhotoPaint. program yang dikhususkan dalam bidang photo.
Ternyata sub-program ini tidaklah buruk dalam dunia desain grafis, bahkan bisa dibilang efektif dalam memotong background.
Mau tahu langkahnya? CorelPhotoPaint sudah terinstall bersama CorelDraw suite. Langkah-langkah :
1. Import ( Ctrl + I ) gambar di Corel Draw
2. Klik gambar, bila anda memakai CorelDraw 12 atau kebawahnya, anda cukup Double klik gambar tersebut. namun bila anda memakai CorelDraw X3 atau yang lebih baru, klik gambar lalu akan muncul menu “Edit Bitmap…” klik.
3. Maka anda akan dialihkan ke Corel Photo-Paint. dimenu pilih Image > Cutout Lab4. Di cutout Lab, seleksi pinggiran gambar dengan highliter tool. menyeleksi pinggiran tidak harus selalu rapi, asal terkena garis hijau maka akan itu sudah cukup.
5. Bila sudah gambar yang ingin dipilih sudah terseleksi seperti gambar dibawah,lalu isi / fill gambar dengan Inside Fill Toll ( F ) sehingga gambar yang diseleksi akan diisi dengan warna hijau ( lihat gambar )
6. OK. maka pemotongan sudah selesai :D anda bisa langsung save as hasil nya atau ingin di edit dan dijadikan bahan tinggal Copy dan Paste di Corel Draw. Selamat mencoba.
Note : bila hasil kurang rapi anda bisa mengecilkan Highliter Toll untuk seleksi yang lebih akurat
cara memisahkan Objek dengan background
cara memisahkan Objek dengan background
Langsung aja deh yaa ..
Buka photo yang mau diedit..
Sekarang kita langsung pisahin objek sama background nya… Klik FILTER > EXTRACT
di jendela extract ada menu-menu juga :
Highlighter tool : untuk menandai (masking) batas antara background dan objek yang mau dipisahin.
Brush tool : untuk menandai (masking) area yang mau dipisahin
Eraser Tool : menghapus masking jika ada kesalahan
Eyedropper tool : untuk menentukan warna sesuai dengan sample nya..
Clean Up tool : hanya muncul kalau hasil masking di preview ini gunanya untuk merapikan hasil masking dengan menghapus
Edge TouchUp TOol : Hanya muncul kalau hasil masking sudah dipreview , gunanya untuk merapikan hasil masing dengan cara menambah.
Zoom tool : Untuk memperbesar atau memperkecil gambar ( klik untuk memperbesar, ALT+ klik untuk memperkecil)
Hand tool : untuk menggerakan jendela gambar
Sekarang klik Highlighter tool , drag di perbatasan antara background dan objek ..
Bisa di zoom gambarnya untuk objek yang perlu detail pengerjaan nya.. Untuk membersar kecilkan brush cukup menekan tombol [ atau ]
[ : untuk mengecilkan brush
] : untuk membersarkan brush
Seleksi Semua nya sampai detail-detailnya seperti rambut ..
Kalo sudah beres semua, Klik brush tool, lalu klik di area yang akan diambil objeknya..
Klik Tombol Preview untuk melihat hasilnya … biasanya sih pasti ada yang kurang.. misalnya masih blom rapi, ada bagian yang mau kita ambil tapi kepotong.. dan lain-lain..
Gimana cara beresinnya ?
GUnakan clean up tool dan edge touch up tool
Bersihkan dengan clean up tool kalo masih kurang rapi, dan kalo ada bagian yang kehapus, gunakan touch up tool.. penggunaan nya tinggal drag & drop aja kok..
Hasilnya kira-kira nanti begini ..
Sekarang buka gambar Background yang lain, saya pake gambar situasi Broadway..
Drag Foto yang tadi diedit ke gambar background yang lain
Atur sedemikian rupa .. lalu cari pencahayaan dan pewarnaan supaya serasi dengan background. Bisa juga menggunakan Hue/saturation untuk penyesuaian.. bisa dicari-cari kok.. itu sangat menyenangkan hehehe..
Kita beri efek lagi..
Klik Add new fill and adjustment layer > Channel Mixer
Atur Channel mixer nya :
Bisa ditambahin dengan new fill and adjustment yang lain… silahkan bermain-main aja..
yang paling penting cara cropping nya harus bener..
Hasilnya :
Selamat Mencoba !
Cara Mudah Pecah Warna dengan Coreldraw
Cara Mudah Pecah Warna dengan Coreldraw
Pecah Warna dengan Coreldraw Sablon manual merupakan bagian penting dalam proses sablon. Salah dalam proses pecah warna menyebabkan hasil sablon yang tidak maksimal yaitu warna yang meleset atau timbul warna bayangan yang tidak kita inginkan.
Syarat Gambar Vector yang sudah siap dipisahkan warnanya :
- Setiap warna sudah dikelompokan(dicombain/group)
- Tidak ada Objeck yang tumpang tindih
- Hilangkan semua outline kecuali pada saat penambahan overprint/overlap supaya gambar lebih besar 2-3mm. Tujuannya agar pada waktu sablon gambar tidak meleset /warnanya presisi.
Untuk kali ini sablon batam akan berbagi “cara memisahkan warna untuk film sablon kaos dengan coreldraw“. Sebagai contoh sablon batam meggunakan gambar vector sederhana:
- Siapkan gambar vector anda misalnya gambar teknik pecah warna.Berikan tanda register disetiap pojok.
- Copy Gambar.1 menjadi empat bagian,Pastikan diberi register di group dengan gambar teknik pisah warna, sehingga 4 copy gambar terdapat register.
- Pisahkan masing masing warna dengan cara ungroup gambarnya dan delete warna yang tidak perlu. Anda akan mendapatkan empat warna yaitu hitam, merah, kuning dan hijau.
- Selanjutnya ganti warna merah kuning , kuning dan hijau menjadi hitam.
File pecah warna sudah siap diprint di kertas kalkir. Pada contoh ini kita print sebanyakj empat pcs karena ada empat warna.
Catatan :- Untuk mengubah ukuran agar tetap presisi, seleksi seluruh gambar lalu klik tahan pada bagian pojok mana saja lalu tarik untuk memperbesar ukuran dan dorong untuk mengecilkan ukuran.
- Untuk sablon di kaos gelap (hitam, biru dongker dll) menggunakan warna dasar putih pada warna pertama/warna. Tujuannya supaya warna yang lain tampak cerah. Pemberian warna dasar ini penting kalau tidak dilakukan maka warna sulit muncul walaupun beberapa kali naik. Berbeda dengan kaos warna terang, sekali gesut saja warnanya sudah ok.
Cara Cepat Memecah Gambar di Corel draw
Cara Cepat Memecah Gambar di Corel
Cara Cepat Memecah Gambar di Corel.
Memisahkan bagian-bagian gambar atau memecah garis-garis penghubung
pada gambar ternyata tidak cukup sulit. Hanya saja cara mudah seperti
ini terkadang kita lupa, berhubung aplikasi corel yang kita punya dibuka
saat lagi dibutuhkan saja, berbeda dengan orang-orang yang
kesehariannya memang berada dalam dunia ini alias bersentuhan langsung
dengan pekerjaannya.
Sebagai langkah awal: Buka Coreldraw -
Klik kanan di area lembar kerja - Pilih Import dan masukkan gambar yang
nantinya akan kita pecah. Setelah itu temukan di toolbar bitmaps-
convert to bitmap - Ok. Temukan Trace bitmap di toolbar - Trace Bitmap -
Outline Trace dan pilih high quality image, maka panel trace bitmapnya
muncul dan hilangkan semua tanda centang pabila ada tunggu sampai gambar
selesai diproses lalu klik Ok.
Gambar yang sudah dibitmap berada di posisi atas
Kemudian klik kanan gambar hasil bitmap tadi lalu pilih Ungroup All, maka gambar siap untuk dipisah-pisahkan.
Langganan:
Postingan (Atom)











